3 Kontra Saat Memilih Wedding Organizer Sebagai Profesi

3 Kontra Saat Memilih Wedding Organizer Sebagai Profesi

Setiap pekerjaan pastinya memiliki tantangan tersendiri, tidak hanya keuntungan atau profit saja yang akan kita dapatkan, namun juga kerugian. Maka dari itu persiapan sangatlah penting, baik itu mempersiapkan fisik maupun mental.

Siapa bilang bekerja di bidang WO itu selalu menyenangkan, memang jam kerjanya lebih fleksibel, namun bila sedang musim nikah jasa wedding organizer jakarta, jam kerja seseorang yang bekerja di bidang Wedding Organizer jauh lebih melelahkan daripada mereka yang bekerja selama 8 jam di kantor. Berikut ini beberapa kontra yang biasa dihadapi seseorang saat bekerja sebagai WO:

Pekerjaan Bisa Terganggu Karena Pihak Ketiga

Dalam hal ini pihak pertama adalah calon pengantin sedangkan Wedding organizer beperan sebagai pihak kedua, dan yang menjadi pihak ketiga adalah kerabat atau teman calon pengantin. Pekerjaan seorang WO adalah memberikan pelayanan jasa secara optimal terhadap suatu event pernikahan baik dalam skala kecil maupun skala besar, coba Anda bayangkan betapa repot dan terganggunya WO jika detail yang sudah disepakati kedua belah pihak dibatalkan begitu saja oleh pihak ketiga yang sesungguhnya tidak memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pendapat, karena tanggung jawab mutlak hanya dimiliki oleh pihak pertama yang menandatangani kontrak.

Keuntungan Tidak Bisa Didapatkan Dengan Mudah

Banyak orang yang menilai jika bekera sebagai WO itu banyak duitnya, hal ini bisa saja terjadi jika WO tersebut sudah berdiri bertahun-tahun dan telah memiliki nama di mata masyarakat, beda halnya bila WO baru merintis karier, keuntungan yang didapatkan pun masih kecil karena acara yang ditangani adalah acara skala kecil dengan anggaran yang minim.

Bekerja Hingga Akhir Pekan

Bila seorang karyawan di perusahaan biasanya mendapatkan jatah libur dua hari tiap minggunya, maka karyawan WO harus gigit jari, karena kesempatan libur di akhir pekan sangatlah jarang, mengingat banyak customer yang memilih melangsungkan resepsi pernikahan di hari sabtu atau hari minggu, bagaimana bisa libur jika masih memiliki tanggung jawab kerja yang hanya bisa usai setelah acaranya selesai tanpa kendala berarti.

Leave a Reply